Aero Statistik

December 14, 2005

Pareto dulu sebelum Analisis faktor

Dalam percobaan menyelesaikan tugas analisis faktor terhadap 45 variabel penyebab keterlambatan penerbangan ternyata fungsi SPSS mengalami kegagalan. Beberapa kali dicoba dengan mengambil sebagian variabel berdasar kriteria tertentu (teknikal, operasional, support) menghasilkan komposisi faktor laten yang membingungkan.

Terpaksa saya buka lagi tesis S-2 saya dulu. Bahan tugas ini memang merupakan kaji ulang terhadap penelitian yang pernah saya lakukan.

Ternyata ‘trik’ yang saya lakukan dulu sangatlah sederhana : Pareto analisis!

Berikut cuplikannya :
(more…)

November 20, 2005

Analisis Faktor

Filed under: Tugas, multivariate

Analisis faktor ditujukan untuk mereduksi jumlah variabel menjadi beberapa kelompok yang lebih kecil. Setiap kelompok ini mewakili suatu faktor laten.

Tugas : (more…)

November 13, 2005

Manipulasi Distribusi dari skala ordinal dan likert, serta data count

Penelitian empirik seringkali menemui kesulitan dalam pengambilan data. Untuk mempermudah pengambilan data, terutama data persepsi konsumen, biasa digunakan skala likert yang merupakan salah satu bentuk data ordinal.

Data likert dan bentuk ordinal lainnya biasanya tidak berbentuk normal. Hal ini sering menyebabkan kesalahan penggunaan teknik statistik yang mensyaratkan data berdistribusi normal (yang paling sering adalah penggunaan regresi linier).

Data ‘count’ juga menjadi data yang paling sering diperoleh dari lapangan. Data jenis ini sebetulnya harus diperlakukan dengan statistik binomial atau Poisson. Namun lagi-lagi sering terjadi penggunaan metode berbasis distribusi normal tanpa menguji terlebih dulu kecukupan data. Memang pada jumlah data yang sangat besar, distribusi binomial dapat didekati dengan distribusi normal.

Jawaban masalah data ordinal (terutama dari skala likert) dan juga data count bisa dipelajari lebih lanjut di masalah seputar data ordinal dan data counts.

November 12, 2005

Bahan dan Tugas Forecasting

Berikut ini adalah materi kuliah.
Walaupun judulnya forecasting, isinya macam-macam yaitu :

  • Jenis data dan penyiapan data
  • Bias statistik
  • Forecasating TSCI
  • Forecasting auto regresi
  • Regresi berganda linier

(more…)

September 30, 2005

Forecasting

Ilmu forecasting (prakiraan, peramalan) sangat sering dipakai dalam dunia bisnis. Bagian penjualan membuat prakiraan volume penjualan, bagian produksi membuat prakiraan jumlah cacat produksi, bagian investasi membuat prakiraan pembiayaan, dan sebagainya. Selain itu forecasting digunakan pada bidang yang lebih luas seperti prakiraan terjadinya gempa bumi, prakiraan populasi harimau, prakiraan harga saham, prakiraan cuaca, dan sebagainya.

Forecasting erat kaitannya dengan “time-series analysis” yaitu prakiraan suatu nilai karena perubahan waktu. Kita ingin mengetahui nilai sesuatu tersebut yang di masa mendatang. Ini ibarat ilmu ‘dukun’, yaitu meramal sesuatu di masa mendatang. Karena itu seperti halnya ‘dukun’ ketepatannya tentu tidak bisa 100 persen. Yang penting dalam forecasting adalah tingkat keakuratan, misalnya kondisi aktual ternyata dalam rentang +-5% dari nilai prakiraan.

Terdapat 3 pendekatan untuk meramal (forecast) sesuatu :

1. Model T-S-C-I berdasarkan data historis, dimana pola akan datang diharapkan mirip dengan pola masa lalu. Ini adalah pendekatan forecasting dengan T, S, C, I (Trend, Seasonal, Cyclical, Irregular). Trend artinya (more…)

September 9, 2005

Bias dalam Statistik

Bias adalah penggambaran yang salah atas hal sesungguhnya. Dalam statistik bias sangat sering terjadi. Bias ini dapat muncul karena 3 hal :

  • salah dalam pengambilan data (salah pilih sampel, salah pertanyaan kuesioner, salah cara bertanya, salah menafsirkan jawaban, salah mengamati, salah waktu pengamatan, dll)
  • salah dalam pemilihan metode statistik (data berdistribusi tidak normal namun menggunakan parametrik biasa tanpa konversi data, data ordinal diproses seperti data rasio, dll)
  • salah dalam menafsirkan (memperluas batas-batas sampel, memperpanjang rentang keberlakuan data, generalisasi sampel ke populasi yang heterogen, dll)
kesalahan umum

Kita bisa lebih kritis menanggapi berita statistik dengan mempertanyakan :

  • Apa tujuannya?
  • Siapa yang melakukan?
  • Siapa sampelnya?
  • Siapa membiayai?
  • Bagaimana mengambil sampelnya?
  • Bagaimana mengambil datanya?
  • Bagaimana batas keberlakuan kesimpulannya?


Collaborative Learning

Berikut ini adalah beberapa contoh bias yang sering ditemukan baik pada iklan, maupun berita. Contoh-contoh ini dikoleksi oleh mahasiswa peserta kuliah Statistik Variabel Jamak. Silahkan dikaji dimana letak kemungkinan kesalahan data-data ini. (more…)

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here