Forecasting
Ilmu forecasting (prakiraan, peramalan) sangat sering dipakai dalam dunia bisnis. Bagian penjualan membuat prakiraan volume penjualan, bagian produksi membuat prakiraan jumlah cacat produksi, bagian investasi membuat prakiraan pembiayaan, dan sebagainya. Selain itu forecasting digunakan pada bidang yang lebih luas seperti prakiraan terjadinya gempa bumi, prakiraan populasi harimau, prakiraan harga saham, prakiraan cuaca, dan sebagainya.
Forecasting erat kaitannya dengan “time-series analysis” yaitu prakiraan suatu nilai karena perubahan waktu. Kita ingin mengetahui nilai sesuatu tersebut yang di masa mendatang. Ini ibarat ilmu ‘dukun’, yaitu meramal sesuatu di masa mendatang. Karena itu seperti halnya ‘dukun’ ketepatannya tentu tidak bisa 100 persen. Yang penting dalam forecasting adalah tingkat keakuratan, misalnya kondisi aktual ternyata dalam rentang +-5% dari nilai prakiraan.
Terdapat 3 pendekatan untuk meramal (forecast) sesuatu :
1. Model T-S-C-I berdasarkan data historis, dimana pola akan datang diharapkan mirip dengan pola masa lalu. Ini adalah pendekatan forecasting dengan T, S, C, I (Trend, Seasonal, Cyclical, Irregular). Trend artinya (more…)

