Ini ngutip tulisannya ‘bapak open source linux Indonesia’ yaitu bung I Made Wiryana, tepatnya dengan judul Mengapa SPSS, Mengapa MatLab ?
Berhubung bagus dan males nulis lagi, ya.. copy paste lah (gak papa bung Made ya…). Saya mau coba aplikasi statistik yang bernama “R”itu. (walah.. sederhana sekali namanya…)
“…..
Mengapa SPSS, Mengapa MatLab ?
Seringkali kita sebagai pengajar secara tidak sadar, mempersempit wawasan mahasiswa tentang perangkat lunak yang digunakan sebagai perangkat bantu pengajaran. Kebiasaan ini sering terjadi “secara turun menurun”. Sang dosen ketika jaman mahasiswa memakai program A, ketika jadi dosen juga mengajarkan program A, (walau versi barunya) begitu seterusnya. Sering karena terjadi secara otomatis, dan turun menurut. Kita melakukannya tanpa mencoba menganalisis sebetulnya program A itu dipakai apa saja.
Sebagai contoh sering ketika kita hendak mengajarkan Pengantar Statistik, memanfaatkan “SPSS” sebagai sarana perangkat lunak-nya. Karena terlalu seringnya kita memakai ini sehingga muncul angggapan, bahwa program statistik yang ada itu hanyalah SPSS. Anggapan satu-satunya program statistik adalah SPSS ini begitu kuatnya sampai mirip orang berkata bahwa “odol” itu adalah pasta gigi (Padahal Odol itu adalah merk salah satu pasta gigi), “LEVIS” itu sama dengan Jeans, “KODAK” itu sama dengan kamera, dan lain sebagainya.
Seringpula kita lupa atau tak mempertimbangkan bahwa tidak semua fitur atau kemampuan yang ada di SPSS itu dibutuhkan oleh mahasiswa. Hal itu makin dirunyamkan dengan kondisi, bahwa kita mengabaikan masalah “lisensi” dari perangkat lunak itu. Sebagai contoh seorang mahasiswa S1 jurusan Ekonomi (maaf bukannya merendahkan jurusan Ekonomi), tentu kebutuhan pengolahan statistik dapat dipenuhi oleh aplikasi bukan sekelas SPSS.
……
Berikut ini saya coba beri “penjelasan” sedikit tentang program itu. Dalam ilustrasi ini saya ambil adalah Scilab (yang dapat digunakan menggantikan MatLab) dan R (yang dapat menggantikan SPSS untuk mengajarkan statistik). (more…)